Direktur Utama BPDP-KS Dono Boestami menuturkan, saat ini total lahan minyak nabati di dunia mencapai 277 juta hektare (ha). Dari luas tersebut, lahan sawit saat ini hanya mencapai 6 persen atau seluas 16 juta ha.
Sementara itu, luas lahan kedelai di dunia mencapai 122 juta ha, biji rapa (rapessed) seluas 36 juta ha dan bunga matahari seluas 25 juta ha. Sisanya, 77 juta ha lahan ditanami penghasil minyak nabati lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun biji rapa menghasilkan sebanyak 0,7 juta ton per ha dan bunga mataharu menghasilkan 0,6 juta ton per ha.
Ketua Dewan Pengawas BPDP-KS Rusman Heriyawan menuturkan dari seluruh komoditas, saat ini hanya tanaman sawit yang masih membuat Indonesia tercatat menjadi produsen terbesar nomer satu di dunia. Untuk itu, menurut Rusman, penting bagi Indonesia untuk memastikan keberlangsungan industri kelapa sawit di Indonesia.
"Karena Indonesia dinilai paling menonjol adalah sawit. Maka Indonesia yang paling di-bully dengan kampanye negatif," terangnya.
Pada 2050 mendatang menurut dia, kebutuhan minyak nabati diperkirakan mencapai 200 juta ton. Kebutuhan tersebut pun akan sulit dipenuhi tanpa menggunakan tanaman sawit.