Disamping itu dana pihak ketiga juga tumbuh sebesar 22 persen menjadi Rp109,7 triliun pada akhir Maret 2017 dibandingkan Rp89,6 triliun pada akhir Maret 2016.
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengungkapkan, kinerja Bank OCBC NISP pada kuartal I 2017 ini melanjutkan tren yang positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kinerja kredit tergolong bagus, namun rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross perseroan tercatat mengalami kenaikan dari 1,4 persen tahun lalu menjadi 1,9 persen per 31 Maret lalu.
Bank OCBC NISP juga mampu menjaga rasio-rasio keuangan utamanya pada level yang cukup baik. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 18,2 persen, Return On Equity (ROE) 11,5 persen, Return On Asset (ROA) 2,1 persen.
Menutup kuartal I, sebagai bank Gateway, Bank OCBC NISP berhasil menghimpun total uang tebusan tax amnesty sebesar Rp2,3 triliun serta dana repatriasi sebesar Rp8,5 triliun.
"Dengan penerapan Automatic Exchange of Information (AEOI) dan Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) di awal tahun 2018, Bank akan melihat ini sebagai peluang untuk menarik dana dan transaksi yang masih berada di luar negeri untuk masuk ke Indonesia,” tambah Parwati.