"Pergerakan kredit sudah menggeliat awal tahun ini. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pergerakan kredit baru menggeliat sekitar pertengahan tahun," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Kamis (27/4).
Muliaman bilang, pertumbuhan positif kredit perbankan menunjukkan efektivitas upaya intermediasi yang telah dilakukan. Adapun dengan pertumbuhan tersebut, Capital Asset Ratio dinilai solid berada di level 23 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya, terjadi sedikit perbaikan dan saya kira dengan tren pertumbuhan kredit yang kami perkirakan akan tetap terus maju, saya kira NPL akan bisa mengalami penurunan secara bertahap," imbuh Muliaman.
"Pada akhir tahun lalu, bank-bank banyak melakukan hapus buku. Ini bisa dilakukan karena pencadangan yang sangat mencukupi yang dimiliki oleh perbankan nasional," terangnya.
Sebagai informasi, tahun ini, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit ada di kisaran 10 hingga 12 persen. Tahun lalu, total kredit yang disalurkan perbankan berkisar Rp4.402 triliun atau meningkat 7,81 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya, yaitu Rp4.083 triliun.