Berdasarkan laporan keuangan Bumi Resources pada Jumat (28/4), kontribusi pendapatan perusahaan batubara milik Grup Bakrie ini sebenarnya tidak signifikan. Perusahaan membukukan kenaikan pendapatan menjadi US$10,3 juta di kuartal I 2017, dari US$6,47 juta di periode yang sama 2016.
Malah, beban usaha kuartal I 2017 perusahaan menggunung menjadi US$14,8 juta, dari US$6,47 juta di periode yang sama 2016. Hal itu membuat Bumi Resources menanggung rugi usaha hingga US$4,5 juta, dari laba usaha US$841 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal positif itu ditambah kempisnya beban bunga dan keuangan menjadi US$44,54 juta di tiga bulan pertama tahun ini, dari US$168,01 juta di kuartal I 2016.
Topangan tersebut membuat Bumi Resources mampu mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar US$86,25 juta di tiga bulan pertama tahun ini, meroket dari US$35,48 juta di periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi aset, perusahaan mencatatkan nilai sebesar US$3,11 miliar per akhir Maret 2017, naik dari US$3,10 di akhir tahun lalu. Sementara liabilitas atau kewajiban Bumi Resources mencapai US$5,81 miliar, turun tipis dari US$5,88 miliar.
Asal tahu saja, penerbitan rights issue ini merupakan upaya perusahaan dalam menyelesaikan restukturisasi utang sebesar US$4,2 miliar.
Rencananya, perusahaan akan menerbitkan saham baru dengan nilai mencapai Rp35 triliun atau sekitar US$2,6 miliar dengan nilai Rp926 per saham.