Analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada menjelaskan, data inflasi sebesar 0,09 persen nyatanya belum cukup kuat untuk menopang pergerakan IHSG atau membuat pelaku pasar banyak melakukan aksi beli pada perdagangan kemarin.
Pelaku pasar yang melakukan aksi jual terbilang lebih banyak dibandingkan dengan pelaku pasar yang melakukan aksi beli. Padahal, pergerakan nilai tukar rupiah terbilang positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pelaku pasar tengah mengantisipasi adanya pembalikan arah dana asing secara tiba-tiba (suddenly reversal) pada bulan ini. Dengan demikian, ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.650-5.662 dan resisten 5.701-5.727.
Terpantau, Dow Jones ditutup menguat 0,17 persen ke level 20.949,89. Kemudian, S&P500 dan Nasdaq masing-masing menguat 0,12 persen dan 0,06 persen.
"Kenaikan itu ditengah jatuhnya harga minyak 2,4 persen menjadikan IHSG berpotensi rebound terbatas pada hari Rabu," jelas Edwin.
Hari ini, Edwin memprediksi IHSG berada dalam rentang 5.650-5.720. Kemudian, nilai tukar rupiah akan berada dalam rentang Rp13.275-Rp13.350.