Menurutnya, jika dunia telah 100 persen beralih dan bergantung pada e-commerce, maka perusahaan teknologi dapat menempati 10 perusahaan terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Dunia ini kalau masuk ke ekonomi digital, nanti satu hingga dua tahun kemudian di BEI mungkin Top Ten bukan berasal dari perusahaan konvensional, tetapi perusahaan digital," ungkap Mochtar, Rabu (3/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petani akan mengalami perubahan. Dengan perkembangan teknologi informasi, petani akan mengalami perkembangan yang positif. Petani dapat menjual produknya kemana pun," sambung Mochtar.
"Kalau ada si pembeli tapi tidak ada penjual, maka pasar digital tidak akan terwujud. Maka isunya adalah seberapa jauh mengundang semua penjual masuk ke pasar ini," papar Mochtar.
"Ini tidak bisa sendiri," imbuh dia.
Di sisi lain, sebelumnya Chairman CT Corp Chairul Tanjung beranggapan bisnis e-commerce dapat berdampak negatif berupa penambahan jumlah pengangguran di Indonesia.
Pasalnya, transaksi jual-beli atau penyediaan layanan tanpa mendirikan fisik toko secara konvensional tentu tidak membutuhkan banyak sumber daya manusia (SDM) yang bekerja.