Direktur Pemasaran Ronny Titiiheruw mengaku, pihaknya belum berbicara banyak terkait wacana tersebut. Pasalnya, informasi yang diperoleh pihaknya saat ini baru berasal dari media, bukan dari Pemprov DKI Jakarta.
"Belum bisa berikan konfirmasi resmi, saya belum dapat informasi dari Pemprov DKI nya langsung. Saya baru lihat di media minggu kemarin," ungkap Ronny, Rabu (3/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronny mengaku sejauh ini, wacana tersebit tidak menimbulkan gejolak di internal perusahaan atau mengganggu operasional perusahaan.
Sementara, Direktur Keuangan Delta Djakarta Alan V. Fernandez menyatakan, perusahaan tidak memiliki persiapan apapun terkait rencana Anies-Sandi tersebut. Manajemen Delta Djakarta, menurut dia, masih akan menunggu hingga keduanya resmi duduk di kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Pemprov DKI yang punya hak prerogratif untuk menyelesaikannya, tidak bisa komentar apa-apa. Kami tunggu sampai Gubernur terpilih menjabat pada Oktober nanti," jelasnya.
Dia menambahkan, saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki 26,52 persen saham perseroan. Kepemilikan saham tersebut terdiri dari kepemilikan langsung sebesar 23,34 persen dan kepemilikan melalui BP IPM Jaya sebesar 2,91 persen.
Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio meminta Sandiaga Uno untuk tidak sesumbar jika ingin melepas kepemilikan saham Pemprov DKI di Delta Djakarta. Menurut Tito, hal itu akan mempengaruhi pasar atau pemilik saham lainnya.
"Saya minta tolong bilangin ke Sandi kalau mau jual jangan bilang-bilang karena itu mempengaruhi pasar," ujar Tito.
Sekadar informasi, harga saham Delta Djakarta pada hari ini ditutup menguat 0,49 persen ke level Rp5.125 per saham, setelah bergerak dalam kisaran Rp5.100 per saham-Rp5.200 per saham.