Wakil Kepala SKK Migas Zikrullah mengatakan, Kementerian Perindustrian sudah meyakinkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bahwa gas blok Kasuri akan dialokasikan bagi industri petrokimia di Teluk Bintuni. Kendati demikian, saat ini alokasi gas tersebut masih perlu disetujui terlebih dahulu oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Menteri dulu harus kasih persetujuan, sehabis itu tinggal penyiapan dokumen saja," jelas Zikrullah, Rabu (3/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Industri Kimia Dasar, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam menuturkan, Genting Oil berani menyalurkan gas pipa bagi proyek petrokimia di Teluk Bintuni karena perusahaan asal Malaysia tersebut ragu untuk masuk ke pasar LNG. Pasalnya, saat ini harga LNG tengah melandai dan tren ini diperkirakan akan lanjut beberapa tahun berikutnya.
Sebagai informasi, produksi blok Kasuri diprediksi bisa mencapai 285 MMSCFD dan bisa onstream di tahun 2019. Perusahaan asal Malaysia tersebut sebelumnya telah melakukan kegiatan eksplorasi pengeboran di 10 sumur di Lapangan Merah, Lapangan Asap, dan Lapangan Kido.
Pada awalnya, POD Kasuri diharapkan bisa diteken pada kuartal III tahun lalu. Namun, karena masalah penyerap, jadwal POD-nya mundur kembali ke akhir tahun lalu. Sayangnya, karena hal yang sama, persetujuan POD Genting Oil ini tadinya dijadwalkan mundur lagi hingga akhir tahun 2017 lalu.