"Mengingat defisit yang telah kami warisi, adalah tanggung jawab saya untuk menjamin kepentingan terbaik orang-orang Puerto Rico," kata Gubernur Puerto Rico Ricardo Rosselló seperti dilansir dari CNNMoney, Kamis (4/5).
Namun mengajukan kebangkrutan tidak akan menjadi proses yang mudah. Pasalnya, seorang hakim masih harus menyetujuinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, situasi di Puerto Rico sangat buruk. Pulau ini telah mengalami resesi ekonomi sekitar satu dekade dan tingkat pengangguran 11,5 persen.
"Jangan sampai salah, dewan telah memilih untuk mengubah Puerto Rico menjadi Argentina berikutnya," kata Andrew Rosenberg, pengacara di firma Paul, Weiss, Rifkind, Wharton dan Garrison, yang menjadi penasihat beberapa pemegang obligasi Puerto Rico.
Trump Menolak Bailout
Dalam sebuah kampanye, Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak akan "menyelamatkan" Puerto Rico. Dia kemudian mengulangi lagi pernyataan itu dalam tweet baru-baru ini.
Mick Mulvaney, direktur anggaran Trump, mengatakan bahwa Gedung Putih mendorong keras untuk memastikan tidak ada sepeser pun yang akan digunakan untuk membayar utang pulau tersebut dalam kesepakatan anggaran Kongres terakhir.
Lebih buruk lagi, CNNMoney menemukan bahwa setiap hari seorang dokter pergi meninggalkan Puerto Rico, menyebabkan kekurangan bantuan medis di saat pulau tersebut sedang melawan krisis Zika.
Karena pelaku bisnis dan orang-orang pergi dari Puerto Rico, hanya ada sedikit uang untuk membayar kembali kreditor. Rencana anggaran terbaru pulau ini hanya US$ 800 juta per tahun untuk membayar kembali kreditor. Jumlah itu hanya 20 persen dari apa yang telah dibayar pulau itu kepada kreditor di masa lalu.