Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan, hal ini terlihat dari indikator Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tercatat tumbuh mencapai 8,02 persen pada tiga bulan pertama tahun ini.
"Konsumsi LNPRT tumbuh 8,02 persen. Ini karena adanya kegiatan Pilkada di 101 daerah secara serentak," ujar Suhariyanto yang akrab disapa Ketjuk, Jumat (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pertumbuhan indikator lainnya, yakni impor, terkerek 5,02 persen, konsumsi rumah tangga 4,93 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,81 persen, dan terakhir konsumsi pemerintah tumbuh 2,71 persen.
Sebaliknya, Pilkada serentak justru memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang melampaui pencapaian kuartal IV 2016. Pada kuartal I 2017, ekonomi bertumbuh 5,01 persen, sedangkan kuartal IV 2016 tercatat tumbuh 4,94 persen. Bahkan, realisasinya lebih tinggi lagi dibandingkan kuartal I tahun lalu yang cuma 4,92 persen.
Sekadar informasi saja, BPS mencatat, Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp2.377,5 triliun dan PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp3.227,2 triliun.
Dari strukturnya, kontribusi PDB berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 56,94 persen, PMTB 31,56 persen, ekspor 20,5 persen, konsumsi pemerintah 6,58 persen, termasuk konsumsi LNPRT 1,19 persen.