Head of Investor Relation Erlin Budiman mengatakan, buyback saham akan dilakukan hingga tahun depan. Namun, ia belum dapat memastikan kapan tepatnya perusahaan melakukan aksi tersebut.
"Masa buyback sahamnya sampai November tahun depan," ujarnya, Jumat (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, perusahaan tidak akan melakukan buyback saham jika harga saham Surya Semesta berada diatas Rp1.000 per saham. Melihat harga akhir pekan lalu, harga saham perusahaan masih berada di level Rp750 per saham.
Ia menambahkan, seluruh dana yang digunakan untuk buyback saham akan memakai kas internal. Nantinya, saham yang telah dilakukan buyback akan disimpan sebagai treasury stock.
"Akan kami simpan dalam waktu biasanya tiga tahun," imbuh dia.
Sekadar informasi, Surya Semesta membukukan kinerja yang kurang baik sepanjang tahun lalu. Pendapatan perusahaan turun 22 persen menjadi Rp3,79 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,86 triliun.
Penurunan tersebut membuat laba bersih perusahaan anjlok hingga 79,2 persen dari Rp303 miliar menjadi hanya Rp63 miliar. Namun, total aset perusahaan tetap tumbuh sebesar 11,32 persen menjadi Rp7,19 triliun dari Rp6,46 triliun.