Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, beberapa data ekonomi dari dalam negeri, antara lain data cadangan devisa yang diharapkan meningkat US$123 miliar dan indeks keyakinan konsumen yang juga diperkirakan cukup baik.
"Kemudian, data penjualan eceran, kendaraan, pertumbuhan pinjaman, dan indeks harga properti yang diprediksi melambat akan menjadi penahan penggerak laju IHSG," ujarnya, dikutip Senin (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruhnya masih cenderung konservatif pada hasil survey dan ekspektasi," imbuh dia.
Analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada menjelaskan, secara teknikal, pergerakan IHSG terlihat mulai terbatas. Hal ini juga diiringi maraknya aksi jual oleh pelaku pasar. "Terbatasnya pergerakan IHSG menandakan meredupnya peluang kenaikan," terang Reza.
Ditambah lagi, pelaku pasar yang seakan terperangkap dengan persepsi sell in May and go away yang membuat indeks kembali turun oleh sikap pelaku pasar sendiri.
"Namun, diharapkan pasar tidak terlalu panik untuk menjaga laju IHSG tidak terlalu dalam penurunannya," tutur Reza.
Adapun, Reza memprediksi, IHSG sepanjang pekan ini akan bergerak dalam rentang support 5.658-5.670 dan resisten 5.726-5.738.