Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa yang berasal dari penerimaan pajak dan devisa ekspor migas bagian pemerintah serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valuta asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," imbuh Tirta.
Pada kesempatan terpisah, Deputi Gubernur BI Sugeng menerangkan, bank sentral juga akan tetap menjaga tren penguatan rupiah di tengah derasnya aliran modal asing yang masuk.
Menurutnya, BI bisa melakukan intervensi sewaktu-waktu apabila nilai rupiah dianggap bergerak menjauhi nilai fundamentalnya. "Tren menguat sudah diukur, tetapi sesuai dengan batas fundamental ekonomi," tutur Sugeng.
Pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (8/5), nilai tukar rupiah bergerak menguat di Rp13.295 per dolar AS atau naik 35 poin (0,26 persen), setelah bergerak di kisaran Rp13.292-Rp13.338.