Hal itu dilakukan melalui program Go-Jek Swadaya, di mana para mitra Go-Jek yang telah bekerja sama selama setahun bisa mengajukan KPR bersubsidi maupun KPR BTN Mikro.
"Kami berharap 200 ribu mitra Go-Jek kami bisa layani dengan memberikan KPR subsidi maupun mikro sehingga mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih baik lagi," tutur Direktur Consumer BTN Handayani dalam konferensi pers di Kantor Go-Jek, Selasa (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rinci, dia menjelaskan, melalui program KPR bersubsidi, mitra pengemudi Go-Jek bisa memiliki rumah dengan uang muka 1 persen dari harga rumah. Selain itu, suku bunga yang ditetapkan 5 persen dan berlaku tetap (flat) selama 20 tahun.
"Ketika mereka nanti tidak melakukan pembayaran oleh sebab tertentu, misalnya tidak bekerja karena PHK maka bisa diajukan klaim asuransi," jelasnya.
Sementara itu, KPR mikro menurut Handayani, diperuntukkan bagi renovasi rumah pekerja informal dengan nilai maksimal Rp75 juta per unit. Adapun jika ditengah jalan mitra Go-Jek beralih profesi atau meninggal dunia, menurut dia, pihaknya akan membantu menyesuaikan skema KPR debitur.
"Untuk KPR Mikro bunganya sedikit lebih tinggi dibandingkan KPR bersubsidi, yaitu 0,7 persen per bulan tetapi dengan jangka waktu 10 tahun," ujarnya.
Handayani mengungkapkan, pada tahap awal, BTN telah melakukan uji coba pemasaran terhadap 1600 mitra Go-Jek, di mana 972 mitra diantaranya dinyatakan memenuhi kriteria kelayakan debitur. Untuk menyukseskan program ini, BTN menggandeng lebih dari 12 pengembang dengan lokasi rumah di Bekasi, Tangerang, Bogor, Depok, Ciputat dan Cikarang.
"Umumnya rekan-rekan mitra Go-Jek memilih di Ciputat, Bogor, dan Cikarang," ujarnya.
Tahun ini, BTN menargetkan penyaluran KPR bersubsidi di kisaran Rp19 triliun atau tumbuh 23 persen dari tahun lalu. Sementara itu, penyaluran KPR Mikro diharapkan bisa mencapai Rp200 miliar.