Sekretaris Perusahaan BNI Kiryanto menjelaskan, kerja sama dengan Pelindo diberikan dalam bentuk manajemen pembayaran tunai, penerimaan jasa kapal dan jasa barang, serta pelayanan keuangan di sektor pelabuhan (port service financing) bagi pengguna jasa kepelabuhanan. Khusus untuk port service financing, menurut Ryan, pihaknya memberikan banyak program, mulai dari penyaluran kredit hingga kemudahan dalam pembayaran atas penggunaan jasa-jasa kepelabuhanan di Indonesia.
“Port service financing yang kami siapkan ini memberikan banyak manfaat, antara lain bagi Pelindo, akan ada ketepatan atau kepastian pembayaran oleh pengguna jasa pelabuhan," ujar Kiryanto dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (14/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi para pengguna jasa kepelabuhan, layanan kami ini dapat memperlancar cash flow usaha,” imbuh Kiryanto.
Untuk billing payment host to host, dapat dilakukan para pengguna jasa kepelabuhan melalui teller BNI, ATM atau mini ATM BNI hingga fasilitas internet banking BNI.
"Dengan sistem host to host, diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam hal pelaporan, monitoring transaksi dan rekonsiliasi di Pelindo I-IV serta memberi kemudahan pembayaran bagi pengguna jasa pelabuhan," terangnya.
Ke depan, BNI dan Pelindo, menurut Kiryanto akan terus membangun sistem layanan jasa keuangan di sektor pelabuhan yang terintergrasi melalui infrastruktur dan sistem teknologi, serta Sumber Daya Mineral (SDM) yang berkompetensi global. Dengan fasilitas layanan keuangan tersebut, BNI dan Pelindo optimis dapat mendukung program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menekan waktu bongkar muat (dwelling time).