Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, jajarannya selalu melakukan pemeriksaan sejak pagi pada pukul 07.00 WIB. Pengecekan itu mencakup pemeriksaan sistem tiap perusahaan efek atau sekuritas hingga detail.
"Kami tiap pagi jam 07.00 WIB sudah buka, kerja. Periksa dulu semuanya, terus setiap transaksi per broker diperiksa detail, selalu itu sih," ungkap Tito, Senin (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, Tito mengaku tidak menambah pengamanan karena BEI sendiri tidak menggunakan sistem operasi Windows, yang diserang oleh virus ransomeware WannaCry tersebut.
"Insya Allah ya. JATS kan sistem terbaik di dunia, ada 88 bursa dibawah dia. Bursa pakai itu sudah lama," jelas Tito.
Jika dibandingkan dengan ransomware lain, maka WannaCry punya keunikan, yakni memilih memanfaatkan eksploitasi Windows yang diperoleh melalui eksploit NSA yang disebut EternalBlue, yang sempat digunakan oleh kelompok Shadow Broker pada April lalu.