Bahkan, menurut Darmin, kinerja ekspor Indonesia sampai akhir tahun nanti masih akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Tanah Air yang ditargetkan mampu menembus angka 5,2 persen di penghujung 2017.
"Itu modal yang bagus untuk menaikkan penerimaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Darmin di kantornya, Senin (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor Indonesia pada April 2017 memang turun menjadi US$13,16 miliar, dari sebelumnya mencapai US$14,67 miliar pada Maret 2017.
Sementara, secara tahunan, ekspor April 2017 tumbuh 12,63 persen bila dibandingkan April 2016 yang senilai US$11,68 miliar.
"Ekspor kita naik walau dibandingkan Maret tidak. Tapi kalau dibandingkan secara tahunan, naiknya masih bagus. Apalagi kalau sejak awal tahun, Januari-April dibandingkan secara tahunan masih naik 18-19 persen," jelas Darmin.
Tercatat, sepanjang Januari-Maret 2017, ekspor tumbuh 8,04 persen. Diikuti oleh pertumbuhan indikator Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) tumbuh 8,02 persen, impor 5,02 persen, konsumsi rumah tangga 4,93 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 4,81 persen, dan terakhir konsumsi pemerintah tumbuh 2,71 persen.