Ancaman tersebut ia lontarkan usai terbongkarnya praktik penimbunan 182 ton bawang putih impor di Cilincing Marunda, Jakarta Utara, Rabu (17/5) kemarin. Bawang putih yang ditemukan merupakan kiriman dari China dan India. Tetapi, tidak dilengkapi dengan dokumen impor resmi.
"Saya akan tangkap tuh orang. Begitu digerebek, langsung dikasih tahu lagi dan perusahaan itu saya cabut izinnya," ujarnya, Kamis (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, ia meyakini, ketersediaan bahan pangan mulai dari beras, bawang, hingga daging akan mencukupi kebutuhan masyarakat selama perayaan ramadan.
Amran juga berpesan kepada importir dan pedagang untuk tidak melakukan penimbunan di gudang yang mengakibatkan gejolak harga. Ia berharap, menjelang ramadan, seluruh harga pangan bisa terkendali.
"Tolong kalau ada penimbunan diinfokan. Kami akan bergerak dengan Kepolisian, ada tiga tersangka. Izinnya akan kami cabut kalau ada yang coba main-main, pak mendag sudah perintahkan kami cabut lagi izinnya," pungkasnya.