Analis Oso Securities Riska Afriani menjelaskan, pemberian rating itu akan membuat aksi beli kembali marak di pasar modal, khususnya untuk beberapa emiten dengan kapitalisasi besar (big caps) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Saya lihat sentimen positif dari kenaikan rating utang S&P masih akan terlihat pada saham-saham big caps," tutur Riska kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, sentimen dari global datang dari rapat Federal Open Market Committe (FOMC). Pelaku pasar menunggu hasil rapat tersebut terkait dengan suku bunga acuan The Fed.
Dengan begitu, Riska memprediksi, IHSG berada dalam rentang support 5.764 dan resistance 5.845 pada perdagangan hari ini. Kemudian, untuk sepanjang pekan IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.686 dan resisten 5.871.
Di sisi lain, analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya menyebut, keputusan Bank Indonesia (BI) dalam mempertahankan suku bunga di level 4.75 persen masih akan menjadi sentimen positif bagi IHSG selain kenaikan rating oleh S&P.
"Ini tentunya menunjukkan tingkat kepercayaan yang cukup tinggi dalam melakukan investasi di pasar modal Indonesia yang tentunya ditunjang oleh kondisi fundamental perekonomian yang stabil," terang William dalam risetnya.
Adapun, IHSG berhasil mencetak rekor terbaru pada perdagangan akhir pekan lalu ke level 5.791, atau mengalami kenaikan 146,43 poin (2,59 persen) ke level 5.791 setelah bergerak di antara 5.630-5.825.