Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, perbedaan tingkat kemajuan perekonomian di antara 16 negara anggota RCEP menjadi alasan utama belum terwujudnya kesepakatan antar 10 negara di kawasan Asia Tenggara (Asean) dan enam negara di luar Asean itu, khususnya kesepakatan di bidang akses pasar dan investasi.
"Berbagai isu masih belum dapat disepakati. Perundingan ini tidak mudah karena masing-masing negara mempunyai kepentingan serta kemampuan yang berbeda," ucap Enggar dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun perundingan tahap ketiga di Vietnam kemarin merupakan lanjutan dari arahan para kepala negara atau pemerintahan negara-negara Asean pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke-30 yang dilangsungkan pada April 2017 lalu.
Ke depan, 16 negara anggota RCEP akan bertemu dalam perundingan tahap keempat di Hyderabad, India pada Juli 2017 dan perundingan kelima di Manila, Filipina pada September 2017 serta ditargetkan pada akhir tahun, telah terwujud perundingan yang signifikan bagi kelanjutan RCEP di tahun depan. (gir)