Head of Corporate Communication Fetty Kwartati menjelaskan, angka kontribusi penjualan tersebut biasanya terjadi pada kuartal III saat momen lebaran datang. Namun, tahun ini lebaran terjadi pada bulan Juni atau kuartal II.
"Kontribusi kuartal saat ada Lebaran bisa 20 persen-25 persen. Khusus bulan ramadan sendiri bisa setengahnya," ungkap Fetty, Selasa (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mei dan Juni masa-masa puncak bisnis kami, Lebaran semakin maju. Saat ini belum terasa tapi kami yakin persiapan lebaran akan sedemikian rupa," jelas dia.
Pasalnya, perusahaan juga akan mendulang untung dengan adanya momen natal, perayaan tahun baru, dan diskon akhir tahun pada bulan Desember. Fetty mengklaim, puncak bisnis perusahaan pertama terjadi pada kuartal IV atau tepatnya bulan Desember, kemudian baru bulan ramadan dan lebaran.
"Laba bersihnya harusnya lebih tinggi," imbuh dia.
Sekadar informasi, pada kuartal I 2017 perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp58,62 miliar atau naik 281,64 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp15,36 miliar. Sementara, pendapatan perusahaan naik 14,2 persen menjadi Rp3,6 triliun.