Direktur Utama Pelni Elfien Guntoro mengatakan, tren peralihan moda transportasi yang mengakibatkan jumlah pemudik jasa pelayanan turun terjadi dalam dua tahun terakhir. Moda transportasi pesawat, misalnya, banyak yang menawarkan tarif rendah (low cost carrier).
"Khusus Pelni, sejak tahun lalu sudah ada penurunan penumpang akibat banyak yang beralih ke pesawat bertarif rendah. Tahun ini, kami perkirakan, penurunannya bisa mencapai dua persen," ujarnya, Selasa (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia mengungkapkan, tren peralihan moda transportasi pilihan penumpang ini masih akan meningkat seiring dengan dibukanya 16 bandara baru di seluruh Indonesia.
Namun, tak tertutup kemungkinan penurunan permintaan jasa Pelni disebabkan karena pelemahan daya beli, sehingga banyak masyarakat yang mengurungkan niatnya untuk pulang kampung.
Kendati demikian, Pelni tetap siaga menyiapkan armada. Untuk masa mudik nanti, perusahaan akan menyiapkan 26 kapal Nusantara dan 46 kapal perintis. Selain itu, perusahaan juga berkonsentrasi di 16 pelabuhan utama.
"Untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik, kami juga menyiapkan 17 kapal yang bisa rerouting di masing-masing 16 pelabuhan prioritas," pungkasnya.
Kementerian Perhubungan memprediksi pemudik melalui jalur laut tembus 1.724.748 penumpang di tahun ini. Angka tersebut meningkat 2,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya 1.674.513 orang.