"Untuk mencapai target inflasi 4,0 persen plus minus 1,0 persen, perlu dilakukan antisipasi kenaikan harga menjelang puasa dan lebaran 2017, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, terutama inflasi volatile foods yang harus dijaga di bawah 5,0 persen," ujar Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana, Minggu (4/6).
Berdasarkan data pasokan pangan Kemendag, hingga awal Juni, pasokan minyak goreng tercatat sebanyak 1,5 juta liter, gula pasir sebanyak 460 ribu ton, beras mencapai 2,1 juta ton, dan daging sapi sebanyak 40 ribu ton, di mana sebanyak 51 ribu ton lagi sedang didatangkan oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemendag juga menjalin koordinasi dengan para produsen dan distributor bahan pangan, misalnya Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan para distributor bahan pangan, seperti distributor minyak goreng, gula, hingga daging sapi, yang harganya diatur dalam ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sementara berdasarkan asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, pemerintah menargetkan inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 4,0 persen plus minus 1,0 persen. Sedangkan, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sampai Mei 2017, inflasi tahunan Indonesia telah mencapai 4,33 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 1,67 persen.
Adapun inflasi tersebut berasal dari inflasi Januari sebesar 0,97 persen, Februari inflasi 0,23 persen, Maret deflasi 0,02 persen, April inflasi 0,09 persen, dan Mei inflasi 0,39 persen. Sedangkan, pada Juni ini, diperkirakan inflasi akan lebih tinggi dibandingkan capaian inflasi Mei lantaran bertepatan dengan puncak ramadan, yakni Hari Raya Idul Fitri atau lebaran pada 25-26 Juni mendatang.