Wimboh mengatakan, ia lebih memilih mengaktualisasikan dirinya sebagai profesional di institusi atau bidang lain. Dengan kata lain, Wimboh merasa akan lebih optimal kalau bekerja di luar OJK.
Kendati ada beberapa pihak yang menyebut Wimboh dan calon Ketua DK OJK lainnya Sigit Pranomo pantas untuk bersanding di jajaran teratas OJK, namun Wimboh merasa lebih baik hanya salah satu di antaranya yang menjabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Wimboh, Sigit mengakui ia memilih untuk dua posisi di OJK. Jika urung menjabat sebagai pimpinan teratas di OJK, ia bersedia ditempatkan sebagai Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan, mengingat pengalamannya di sektor perbankan.
"Tetapi, saya diingatkan kembali oleh DPR kalau kewenangan ada pada mereka, tapi saya memang daftarnya untuk dua itu," ucap Sigit.
Sekadar informasi, Wimboh menjabat sebagai komisaris utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sejak 2015 lalu. Sebelumnya, ia pernah menduduki jabatan direktur eksekutif International Monetary Fund (IMF) dan kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York.
Sementara, Sigit merupakan seorang praktisi yang saat ini menempati jabatan sebagai Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Ia sempat menjadi direktur utama Bank Internasional Indonesia (BII) pada 2002-2003, direktur utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan menjadi ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas).