Edukasi Keuangan

Saatnya Atur Duit untuk Alokasi Dana Darurat

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Sabtu, 10/06/2017 12:26 WIB
Saatnya Atur Duit untuk Alokasi Dana Darurat Sejatinya dana darurat adalah sejumlah uang yang telah dialokasikan secara terpisah guna memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak terduga. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terkadang kita dihadapkan dengan situasi tidak terduga, yang menyebabkan kesulitan materi. Hal itu membuat kita harus mengeluarkan biaya tambahan dari yang selama ini telah direncanakan. Dana darurat adalah salah satu jawabannya.

Masyarakat yang memiliki tingkat konsumsi tinggi pun disarankan memiliki pos dana darurat dalam tabungannya, guna menghindari kerugian lebih besar. Namun, apa itu dana darurat?

Konsultan Keuangan dari Zhap Finance, Prita Gozhie mengatakan sejatinya dana darurat adalah sejumlah uang yang telah dialokasikan secara terpisah guna memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak terduga.


Contohnya untuk kebutuhan biaya karena sakit, kecelakaan, terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau kehilangan pekerjaan oleh sebab lainnya, kebutuhan biaya bila terjadi kematian anggota keluarga dan kebutuhan darurat lainnya.

"Misalnya saat Anda sakit, tidak punya dana atau tidak diganti full oleh asuransi. Kehilangan barang pun juga pasti membutuhkan dana darurat," jelas Prita kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/6).

Menurut Prita, tujuan dibentuknya dana darurat ini adalah agar jika sewaktu-waktu ada kebutuhan sangat mendesak yang terjadi kepada Anda atau anggota keluarga. Hal itu membuat Anda tidak harus mencairkan atau menjual investasi yang Anda miliki.

Perencana Keuangan dari Aturduit.com, Andien Herawati menjelaskan, kebutuhan dana darurat setiap individu atau keluarga berbeda-beda tergantung dari kondisi perorangan atau keluarga tersebut.

"Pada umumnya, kalau Anda masih single (belum memiliki tanggungan), kebutuhan dana daruratnya adalah tiga bulan pendapatan atau kebutuhan sehari-hari, atau 10 persen dari pendapatan setiap bulan," kata Andien.

Sementara untuk keluarga dengan dua orang tanggungan, kebutuhan dana daruratnya adalah enam hingga sembilan bulan pendapatan atau kebutuhan sehari-hari.

Namun yang perlu diingat, besaran kebutuhan dana darurat ini disesuaikan dengan kondisi atau situasi individu atau keluarga masing-masing. Dengan kata lain, semakin banyak tanggungan, maka semakin besar dana darurat yang harus disiapkan.

Untuk masa Lebaran tahun ini, para orang tua pun diimbau untuk tidak secara jor-joran menghabiskan Tunjangan Hari Raya (THR) yang diperoleh. Mengingat, usai Lebaran masih ada tahun ajaran baru bagi anak sekolah yang diperkirakan membutuhkan biaya banyak.

"Bisa sedikit-sedikit THR-nya disisihkan untuk dana darurat. Kan kita enggak tahu kapan anak tiba-tiba sakit atau ada musibah," jelasnya.

Instrumen yang Paling Cair

Menurut Andien, dana darurat sebaiknya ditempatkan pada produk keuangan yang bisa dengan mudah dan cepat diambil, serta aman. Hal ini guna menyesuaikan dengan tujuan dibentuknya dana darurat itu sendiri.

Dalam mengalokasikan dana darurat, persoalan imbal hasil pun jangan dijadikan sebagai tolok ukur utama dalam memilih instrumen penyimpanan.

Menurut Andien, dana darurat berbeda dengan investasi. Contoh produk keuangan yang sesuai untuk penempatan dana darurat ini adalah tabungan, deposito, reksa dana pasar uang atau logam mulia.

"Perhatikan bahwa dalam penempatannya, Anda harus memisahkan dana darurat dari dana operasional dan dana investasi," pungkasnya.


ARTIKEL TERKAIT