"Kami rencanakan pasar revitalisasi dengan APBN ada papan harga di depan pasar. Kalau pasar induk kami akan berikan range harga," ujar Enggar di gedung BI, Senin (12/6).
Tujuan dari papan harga digital tersebut adalah agar pembeli dan pedagang sama-sama mendapat perlindungan dari aksi para spekulan yang kerap memainkan harga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemasangan papan digital harga tersebut juga diperuntukkan bagi kelengkapan data yang terbaru bagi Kemendag. Enggar meyakini, papan harga digital tersebut akan sangat membantu masyarakat dalam bertransaksi.
"Dengan transparansi harga, kita bisa mengecek yang ada di masyarakat meskipun masuk pakai email. Harus ada kerja sama dari sisi policy, pasokan dan transparansi harga agar kita bisa perangi praktik kompetisi yang sehat," katanya.
Menurut data Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag saat ini papan harga digital tersebut baru diterapkan di Pasar Gede dan Pasar Legi, Kota Solo, Jawa Tengah, dan di Kota Denpasar seperti Pasar Badung, Pasar Kereneng dan Pasar Sanglah, serta beberapa pasar di Kabupaten Buleleng, Bali.