Direktur Sim Chee Ping mengatakan, total penambahan gerai perseroan sejak kuartal pertama tahun lalu hingga tiga bulan pertama tahun ini mencapai sebanyak 153 gerai. Dengan demikian, jumlah gerai perseroan saat ini mencapai 729 gerai.
"153 outlet kerja sama dengan operator. Kami mulai pegang outlet mereka dan outlet kami sendiri," ungkap Ping, Selasa (20/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ping, jika kerja sama itu terjalin, maka jumlah gerai baru perseroan dapat melebihi pencapaian gerai pada kuartal pertama tahun lalu hingga tahun ini. Ping menyebut, umumnya perusahaan menggelontorkan dana dibawah Rp100 miliar untuk membuka gerai baru setiap tahunnya.
"Peningkatan kinerja working capital lumayan, jadi cukup sehat untuk kami gunakan investasi," ucapnya.
Pada 2016, Erajaya membukukan laba bersih perusahaan sebesar Rp263,75 miliar, naik 16,69 persen dibanding tahun sebelumnya Rp226,02 miliar. Adapun pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp65,36 miliar, naik 7,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp60,89 miliar.
Lihat juga:Erajaya Sebar Dividen Rp 58 Miliar |
Lebih lanjut Ping menjelaskan, saat ini manajemen juga telah memiliki beberapa gerai di luar negeri, yaitu Malaysia dan Singapore. Namun, Erajaya juga berencana membuka gerai baru di Singapore.
"Kami sedang jajaki di Singapore, dengan brand baru. Kami sudah buka Urban Republic dan Era Shop di Malaysia," sambung Ping.
Sekadar informasi, perusahaan telah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak operator, seperti Smartfren, Indosar, XL, dan beberapa operator lainnya. Selain itu, Erajaya juga melakukan kerja sama dengan beberapa merk ponsel pintar, seperti Samsung dan Xiaomi.
Adapun, Ping mengklaim, perusahaan akan meraup untung lebih dari momen Lebaran setiap tahunnya. Umumnya, pendapatan perusahaan akan tumbuh 15-20 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.