Dikutip dari Reuters, Rabu (21/6), tingkat kepatuhan negara-negara OPEC dan non-OPEC dalam pemangkasan produksi mencapai titik tertinggi pada bulan lalu, di mana realisasinya mencapai 106 persen dari target 1,8 juta barel per hari. Meski begitu, suplai minyak OPEC malah meningkat seiring perbaikan produksi di Libya dan Nigeria, dua negara yang memang dikecualikan dari kebijakan tersebut.
Produksi minyak Libya meningkat lebih dari 50 ribu barel per hari ke angka 885 ribu barel per hari setelah perusahaan minyak nasionalnya menyelesaikan sengketa dengan perusahaan Jerman, Wintershall.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelang laporan persediaan minyak AS, analis memperkirakan bahwa persediaan minyak turun 2,1 juta barel per hari pekan lalu. Sementara, bensin diperkirakan akan bertambah 400 ribu barel per hari.
Adapun, kedua harga patokan tersebut mengalami titik terendah di tahun ini. Bahkan, harga WTI dianggap yang terendah sejak September tahun lalu.
Harga minyak sedikit membaik pasca perdagangan setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan persediaan minyak. Namun, harga minyak kembali menyerah setelahnya.
Adapun, laporan resmi dari Energy Information Administration (EIA) akan terbit hari Rabu waktu setempat.