Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna bilang, jalan tol tersebut merupakan prakarsa dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sehingga perusahaan pelat merah itu punya hak menawar terbaik (right to match).
Ruas tol sepanjang 64 kilometer (km) itu rencananya akan dibangun di sisi selatan tol Jakarta-Cikampek yang sudah ada (existing). "Hari ini, Cikampek sudah diumumkan pra-kualifikasinya, nanti tinggal lelang," ujarnya, ditemui di Museum Bank Indonesia, Selasa (20/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena pentingnya ruas tol tersebut, ia berharap, proses lelang ini bisa selesai di akhir tahun. "Proses lelang itu makan waktu lima bulan. November atau Desember seharusnya sudah selesai," jelas Herry.
"Kalau untuk tol Probolinggo-Banyuwangi, tidak ada badan usaha yang mengusulkan. Ini murni usulan pemerintah," paparnya.
Di antara ketiga ruas tol tersebut, pemerintah masih menemui kendala teknis untuk lelang tol Samarinda-Bontang. Namun, ia tetap berharap, lelang tiga ruas tol bisa sesuai jadwal.
"Kami harap semuanya bisa selesai hingga akhir tahun ini," pungkas Herry.