Agustus, Apple Mulai Bangun Pusat Riset di Serpong

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 22/06/2017 09:12 WIB
Agustus, Apple Mulai Bangun Pusat Riset di Serpong Apple nantinya akan menyewa ruangan di salah satu pusat perkantoran pada kawasan Serpong, Tangerang Selatan dengan luas mencapai 1.500 meter persegi. (AFP PHOTO / Roslan RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan pembangunan pusat riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) milik perusahaan asal Amerika Serikat, Apple Inc di Indonesia akan dimulai pada Agustus mendatang.

Tenaga Ahli Menteri Perindustrian Sanny Iskandar menuturkan, nantinya Apple akan menyewa ruangan di salah satu pusat perkantoran di Serpong, Tangerang Selatan dengan luas mencapai 1.500 meter persegi. Meski gedung sudah tersedia, Apple masih perlu melakukan instalasi bangunan agar sesuai dengan kebutuhan.

"Sekarang mereka lagi persiapan gedung. Meski gedung sudah ada, tapi kan butuh perbaikan dulu dan lain-lain," jelas Sanny ditemui di Kementerian Perindustrian, Rabu (21/6).


Lebih lanjut, pria yang menjabat sebagai Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) ini menuturkan, pusat inovasi Apple ini akan setara dengan fasilitas serupa di San Jose dan Silicon Valley. Rencananya, pembangunan pusat inovasi ini akan memakan waktu dua bulan lamanya.

"Oktober mungkin sudah selesai," lanjut Sanny.


Jika sudah beroperasi, Apple berencana untuk melatih tenaga kerja lokal agar bisa mengembangkan aplikasi secara mandiri. Adapun rencananya, Apple akan melatih siswa-siswa dari Universitas Bina Nusantara yang dianggapnya berorientasi informasi dan teknologi (IT).

Kedepannya, pusat inovasi Apple ini ditujukan untuk pengembangan aplikasi lokal. Dengan demikian, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) piranti lunak di dalam gawai elektronik bisa meningkat.

"Memang, orientasi pembangunannya kan mengarah ke sana," pungkasnya.

Pusat inovasi ini merupakan tindak lanjut Apple dalam memenuhi komitmen TKDN 30 persen sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 65 Tahun 2016. Menurut pasal 26 beleid tersebut, perusahaan setidaknya harus menggelontorkan investasi sebesar Rp550 juta hingga Rp700 miliar demi memenuhi TKDN 30 persen.

Selain di Serpong, Apple direncanakan membangun dua pusat inovasi lain di Sumatera Utara dan Jawa. Adapun, nilai investasi yang akan dirogoh Apple mencapai Rp586 miliar atau setara US$44 juta.


Menurut data Kemenperin, jumlah ponsel terjual meningkat sebesar empat kali lipat, dari 63 juta menjadi 211 juta pelanggan dalam lima tahun terakhir.


ARTIKEL TERKAIT