“Karakteristik nasabah Pegadaian itu setiap jelang puasa biasanya terjadi peningkatan pembiayaan. Nah, sampai di awal puasa masih relatif tinggi permintaannya, tapi jelang lebaran itu yang tinggi justru pelunasannya,” imbuh Manajer Komunikasi Perusahaan Pegadaian Basuki Tri Andayani, mengutip ANTARA, Kamis (22/6).
Ia mengatakan, umumnya kegiatan pelunasan barang yang digadaikan itu melonjak pada lima atau tiga hari sebelum lebaran.
Maklum, para nasabah telah mendapatkan pendapatan dari kegiatan produktif mereka, seperti hasil penjualan dari usaha yang kemudian digunakan untuk menebus barang yang digadaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, biasanya barang yang digadaikan dalam bentuk emas perhiasan yang kebanyakan akan dipakai untuk keperluan aksesoris saat bersilahturahmi merayakan lebaran.
Adapun, mayoritas barang yang ditebus adalah perhiasan emas dengan persentase sebanyak 96 persen dari total barang yang ditebus. Sisanya merupakan barang-barang non-emas.
"Jadi, secara historis setelah lebaran di minggu pertama, minggu kedua, minggu ketiga ada kenaikan. Apalagi, kan besok (usai lebaran) itu jelang tahun ajaran baru, masuk Juli, Agustus itu masuk ajaran baru, di mana masyarakat memerlukan dana untuk biaya pendidikan, uang seragam uang pangkal, uang pendaftaran macam-macam," tutur dia.
Tentu, sambung dia, dana yang dimiliki para nasabah pasti akan berkurang sehingga pada saat akan melanjutkan bisnis, mereka kembali membutuhkan pendanaan. Untuk itu, mereka akan kembali menggadaikan barang milik mereka.