Bagi PT Indomarco Prismatama yang membawahi gerai ritel Indomaret dan Indomaret Point, salah satu caranya adalah dengan benar-benar mempertimbangkan faktor kebutuhan dan potensi pasar ketika akan membuka gerai.
Strategi itu terutama berlaku pada Indomaret Point, gerai yang memang dikelola mirip 7-Eleven: buka 24 jam dan menyediakan ruang bagi pembeli untuk duduk dan mengobrol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana di salah satu toko Seven Eleven menjelang kabar bahwa perusahaan retail ini mengalami kerugian yang cukup besar pada kwartal kedua 2017. (CNN Indonesia/Agustiyanti) |
Wiwiek menuturkan, format Points memang membutuhkan biaya operasional yang lebih besar, khususnya untuk listrik dan peralatan penunjang, sehingga perusahaan akan melakukan efisiensi.
"Karena buka 24 jam, listriknya makin banyak. Itu kami antisipasi agar tetap hemat. Kan perlu listrik bukan hanya penerangan tapi juga operasi sejumlah mesin makanan dan minuman," ucapnya.
Saat ini, menurut Wiwiek, jumlah gerai Indomaret Points di DKI Jakarta hanya 10 gerai saja. Sementara ada lebih dari 1000 gerai standar Indomaret di Ibukota dan dan sekitar 13 ribu di seluruh Indonesia.
Suasana di salah satu toko Seven Eleven di area Jalan Kapten P. Tendean. (CNN Indonesia/Agustiyanti) |
Hal ini pun terjadi setelah rencana akuisisi yang semula akan dilakukan perusahaan konglomerasi asal Thailand Chaeroen Pokphand terhadap 7-Eleven Indonesia batal.
Alhasil, satu per satu gerai 7-Eleven terpaksa gulung tikar. Sejak tahun lalu, tercatat, sebanyak 25 gerai sudah tutup. Sedangkan sampai Maret 2017 lalu, jumlah gerai yang ditutup bertambah 30 gerai.
Suasana di salah satu toko Seven Eleven menjelang kabar bahwa perusahaan retail ini mengalami kerugian yang cukup besar pada kwartal kedua 2017. (CNN Indonesia/Agustiyanti)
Suasana di salah satu toko Seven Eleven di area Jalan Kapten P. Tendean. (CNN Indonesia/Agustiyanti)