Menurut Sandi, sapaan akrabnya, konsep bisnis 7-Eleven sebenarnya menarik bagi pasar Indonesia yang punya budaya 'nongkrong', terutama dari kalangan kelas menengah yang memegang porsi besar dari keseluruhan pertumbuhan ekonomi.
Belum lagi, sektor usaha ini mampu menciptakan banyak lapangan kerja, sehingga memberikan efek domino karena mampu menggerakkan roda ekonomi suatu daerah. Secara teori seharusnya konsep bisnis ini bisa mendulang untung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin OK OCE Mart bisa jadi pengganti (7-Eleven) dan membuka peluang. Jadi, di setiap lokasi, dari peluang usaha ini, akan timbul wirausahawan baru," ucap Sandi di sela acara halalbihalal di kawasan Kemang, Senin (26/6).
Kendati begitu, Sandi belum memberi gambaran lebih rinci mengenai proyeksi kemampuan dan potensi OK OCE Mart bila menerapkan konsep bisnis seperti 7-Eleven. Ia hanya mengatakan, kunci utamanya tetap mengacu pada manajemen dan rencana bisnis yang baik agar bisa subur di kemudian hari.
Selain itu, matinya 7-Eleven, menurut Sandi juga tak lepas dari regulasi pemerintah. Sandi menyebut urusan perpajakan yang masih rancu membuat 7-Eleven terbebani pajak restoran sebesar 10 persen.
"Ini yang dikeluhkan pengusaha ritel, izin dari usaha 7-Eleven ini apakah ritel atau restoran. Ini yang tumpang tindih dan menimbulkan kerancuan," katanya.
Kedepannya, sebagai perwakilan pemerintah daerah sekaligus mantan pengusaha, Sandi mengatakan akan mengevaluasi regulasi pemerintah daerah (pemda). Dia menegaskan, peraturan daerah (perda) akan disinkronisasikan dengan aturan main dari pemerintah pusat, terutama perpajakan.
"Kami akan duduk bersama pelaku usaha untuk memformulasikan kebijakan yang lebih berpihak kepada penciptaan penggerak ekonomi," pungkasnya.
Seperti diketahui, 7-Eleven yang berada di bawah PT Modern Internasional Tbk terpaksa menutup seluruh gerainya pada akhir bulan ini. Direktur Modern Internasional Chandra Wijaya mengatakan, penutupan 7-Eleven lantaran adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki perseroan untuk menunjang kegiatan operasional gerai itu.