Salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Sutrisno (40) mengemukakan, ia menjual cabai merah keriting berkisar Rp6 ribu-Rp7 ribu per kilogram (kg). Hal ini turun jika dibandingkan dengan sebelum Lebaran yang masih berada di harga Rp25 ribu per kg.
"Cabai lagi enggak ada harganya sekarang. Pasokan terlalu banyak. Pembeli masih liburan, karena kan anak sekolah juga masih libur," ucap Sutrisno di sela-sela waktu berdagangnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pasokan saat Ramadan tipis. Dengan demikian, pemilik warung dapat menjual lebih tinggi karena permintaan dan pasokan berbanding terbalik.
Penjual cabai lainnya di Pasar Induk Kramat Jari, Romli (45), mengakui harga cabai yang turun setelah Lebaran. Namun begitu, warungnya masih dapat menjual cabai merah keriting pada kisaran Rp10 ribu-Rp12 ribu per kg.
Alasan yang sama dikemukakan oleh Romli, yakni karena pembeli yang belum semuanya kembali ke Jakarta, sehingga jumlah pembelian berkurang setelah Lebaran.
"Habis Lebaran 'ambrol', karena pembeli belum banyak. Sempat jual di Rp8 ribu-Rp9 ribu per kg. Hari ini Rp12 ribu kg paling mahal," katanya.
Bahkan, saat hari Lebaran ia menjual cabai merah kerinting dengan harga Rp7 ribu per kg. Romli menjelaskan, sifat cabe yang tidak bisa terlalu lama didiamkan membuat penjual terpaksa menjualnya dengan harga murah jika memang ada pasokan berlebih.
"Misal ambil Sabtu, kekuatan dua hari lah, jadi Senin harus sudah laku. Harus cepat," jelas dia.
"Kalau hijau keriting dan besar sama sekitar Rp13 ribu-Rp14 ribu per kg," tandas Sutrisno.
Di sisi lain, kedua penjual sepakat harga cabai akan kembali normal pada hari Senin esok (3/7), seiring dengan kembalinya warga Jakarta dari kampung halaman dan seluruh aktifitas dimulai kembali.