Promosi ini dirasa penting mengingat Indonesia menargetkan 20 juta wisatawan asing pada tahun 2019 mendatang. Hingga akhir 2016, jumlah pelancong mancanegara yang singgah ke Indonesia baru mencapai 12,02 juta orang, atau 60,1 persen dari target.
"Semoga kunjungan Mantan Presiden Obama bisa mendorong turisme dan membawa profil destinasi wisata seperti Bali, Yogyakarta, dan Jakarta," kata Airlangga di Congress of Indonesian Diaspora, Sabtu (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hal itu bisa membantu meningkatkan investasi, termasuk penanaman modal di sektor pariwisata. Jika investasi meningkat, produktivitas bertambah, sehingga Indonesia bisa keluar dari jeratan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
"Indonesia dan AS sama-sama terbuka, sama-sama dorong investasi, hanya perbedaan skalanya. Indonesia baru jadi emerging country, sekarang kalauau keluar dari negara middle income trap maka kita harus keluar dari pendapatan per kapita sebesar US$ 4 ribu," terangnya.
Sekadar informasi, Obama beserta anak dan istrinya telah berlibur di Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebelum bertandang ke Jakarta. Ia menghabiskan waktu di Bali sejak Jumat (23/6) lalu hingga Rabu (28/6). Namun, sebelum ke Jakarta, Obama bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor.