Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah Indonesia harus lebih rajin menjalin komunikasi dengan Australia, karena meskipun secara geografis dekat dengan Indonesia, dalam hubungan ekonomi, khususnya investasi, masih terasa jauh.
"Jadi, investasi Australia dalam bentuk FDI (foreign direct investment) rupanya jauh lebih banyak ke Singapura dan Malaysia dibandingkan Indonesia. Kami melihat, salah satunya karena kurang pahamnya Australia terhadap Indonesia," ujarnya mengutip ANTARA, Senin (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, kita dorong sekarang mereka juga masuk ke infrastruktur, terutama di sisi permodalannya, equity financing. Jadi, mudah-mudahan ini bisa selain mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia juga menambah capital inflow. Karena terus terang, kita sebagai negara yang ekonominya terus tumbuh butuh capital inflow," katanya.
Kota-kota tujuan promosi, antara lain, Perth, Canberra, Sydney, Brisbane, Melbourne, yang dilakukan mulai 18 hingga 23 Juni 2017. Program Tour of Australia ini digelar bekerja sama dengan Australia-Indonesia Business Council (AIBC).
Promosi investasi ke Australia tersebut dalam rangka mendorong semakin banyaknya investor dari Australia ke Indonesia, khususnya di sektor infrastruktur dan pariwisata sebagai bagian dari prioritas pemerintah saat ini.
Program promosi investasi tersebut mendapatkan sambutan positif dari sedikitnya 150 pengusaha ternama Australia dari berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, manufaktur, jasa dan sebagainya, yang telah menghadiri acara Breakfast Meeting di Rydges Capital Hill, Canberra pada tanggal 20 Juni 2017.
"Kami fokuskan kemarin di jalan tol, pembangkit listrik, dan bandara. Karena mereka pendatang baru, kami ingin tawarkan mereka proyek-proyek yang sudah siap," imbuh Bambang.