Menurut Sri Mulyani, defisit anggaran tersebut telah mempertimbangkan seluruh penambahan dan penghematan anggaran yang perlu disesuaikan oleh pemerintah dalam APBNP 2017, sejalan dengan meningkatkan kebutuhan Kementerian/Lembaga (K/L) dan adanya beberapa pos yang bisa dihemat.
"Ini telah memperhitungkan kemungkinan dari K/L membelanjakan seluruh anggarannya mencapai 95 persen dan ini sama seperti tren selama ini. Dengan demikian, kami akan tetap menjaga defisit di bawah 3 persen," ucap Sri Mulyani di Gedung DPR, Rabu (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, di semester II ini, pemerintah perlu menunaikan kewajiban bayar terhadap talangan subsidi yang sebelumnya dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).
"Misalnya yang dipakai oleh institusi seperti TNI, yang belum terbayarkan. Kami akan menggunakan itu," terang Sri Mulyani.
"Nanti, semua bahasan dengan dewan ini (akan dilakukan) dalam tiga minggu ke depan," pungkasnya.
Sebelumnya, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, ada pelebaran defisit lantaran peningkatan belanja negara dan penyusutan penerimaan negara, khususnya dari pajak. Bahkan, diperkirakan penerimaan pajak mengalami shortfall hingga Rp50 triliun.