Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, perusahaan yang bergerak dalam sektor perdagangan tersebut telah melakukan komunikasi dengan pihak BEI.
Ia menambahkan, perusahaan Australia itu memiliki anak usaha yang beroperasi dan mencari untung di Indonesia. Nantinya, perusahaan itulah yang akan dicatatkan sahamnya di BEI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menjelaskan, perusahaan asal Australia itu tidak masuk dalam hitungan bursa terkait jumlah perusahaan asing yang disasar untuk melakukan IPO di Indonesia. Hal itu, kata Samsul, menunjukan potensi perusahaan asing yang dapat melantai di bursa saham Indonesia begitu banyak.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada 52 perusahaan tersebut untuk IPO di Indonesia. Ia sendiri telah memegang daftar sejumlah perusahaan tersebut.
"Produksi bisnis di sini kok listing-nya di Singapura, Hong Kong, New York?" katanya kemarin.
Beberapa perusahaan yang dimaksud, yakni perusahaan tambang dan perusahaan sawit. Sayang, ia tak menjelaskan secara rinci perusahaan yang dimaksud. Ia menyebut, jumlahnya tidak banyak tapi beberapa perusahaan tersebut memiliki keuntungan atau aset yang besar.
"Enggak banyak, tapi uangnya besar-besar," terang dia.
Untuk itu, OJK akan mengkaji ulang terkait tata cara IPO bagi perusahaan asing. Asal tahu saja, total nilai kapitalisasi pasar untuk 52 perusahaan asing yang disasar untuk melakukan IPO tersebut diatas Rp400 triliun.