Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan, pergerakan IHSG saat ini serupa dengan pola perdagangan pada 22-30 Mei 2017 lalu. Saat itu, laju IHSG terus mengalami penurunan setelah menembus rekor di level 5.791 pada 19 Mei 2017.
"Dari tren yang terbentuk menunjukan masih adanya potensi penurunan," terang Reza dalam risetnya, dikutip Selasa (11/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap antisipasi sentimen yang dapat membuat pelemahan kembali berlanjut," sambung Reza.
"Serta agenda pembagian dividen dari beberapa emiten," kata William dalam risetnya.
Namun, IHSG memang masih berada dalam fase konsolidasi wajar pasca mencetak rekor tertingginya di level 5.910 pada Senin (3/7) lalu. Menurut William, IHSG berada dalam rentang support 5.767 dan resistance 5.886.
Seperti diketahui, BEI mengalami gangguan sistem dan datafeed kemarin sehingga perdagangan sempat terhenti dan kembali dilanjutkan pada pukul 10.00 WIB.
Dengan demikian, jadwal perdagangan sesi I dimulai pada pukul 10.00-12.00 WIB, kemudian istirahat pada pukul 12.00-13.30 WIB, dan sesi II dimulai 13.30-15.50 WIB, dan setelah itu pre closing hingga post trading.
"Pelemahan yang terjadi karena adanya gangguan sistem, kami nilai kontribusinya kecil karena hanya terjadi dalam waktu yang tidak lama," jelas Reza.