"Itu persoalan capital inflow, ya memang risikonya dia bisa datang dan dia bisa pergi. Tetapi ya selalu risiko itu ada, cuma memang persentase asing di kita relatif agak besar," kata Darmin, Rabu (12/7).
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), saat ini kepemilikan asing telah mencapai sekitar 38 persen dari total surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menilai, meski utang pemerintah terhadap PDB masih lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga lainnya, bukan berarti Indonesia dalam posisi aman. Ia mengaku pemerintah juga memiliki rasa takut jika utang negara terlalu besar.
Per Mei 2017, pemerintah Indonesia tercatat memiliki utang hingga Rp 3.672,33 triliun. Dalam 2,5 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, jumlah utang Indonesia Indonesia bertambah Rp1.067,4 triliun
Sepanjang semester I 2017 pemerintah berhasil menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) baik melalui lelang maupun non lelang sebesar Rp395,09 triliun atau 57,69 persen dari target indikatif penerbitan SBN tahun 2017 sebesar Rp684,835 triliun.
SBN yang diterbitkan mayoritas melalui lelang, yakni mencapai Rp278,35 triliun (70 persen) sedangkan sisanya melalui non lelang yaitu bookbuilding dan private placement.
Dari total penerbitan SBN selama semester I, mayoritas SBN yang diterbitkan adalah Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai Rp273,21 triliun (69 persen) sedangkan sisanya adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan total Rp121,88 triliun (31 persen).