Direktur Utama PAL Indonesia Budiman Saleh mengatakan, saat ini terdapat pesanan kapal pembangkit listrik yang merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan energi asal Turki, Kapowership. Rencananya, kapal tersebut akan dipasarkan di kawasan Asia Pasifik.
PAL Indonesia juga telah mengantongi pesanan kapal tambahan TNI Angkatan Laut untuk dua unit kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) dan Kapal Cepat Rudal (KCR) dengan ukuran 45 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Indonesia Ekspor Kapal Perang |
Di samping itu, beberapa negara Asia Tenggara juga telah menyampaikan minatnya untuk memesan kapal dari PAL Indonesia. Budiman pun memastikan pengerjaan kapal-kapal tersebut akan tuntas tahun ini.
"Restrukturisasi dilakukan karena kita tahu potensi yang ada di PT PAL sangat besar dan galangan-galangan kita bisa dikembangkan," ujarnya.
Selain Asia Tenggara, Budiman menambahkan, pasar Afrika juga akan mulai disasar oleh perseroan. Dia menyebut negara seperti Senegal sudah mulai memesan kapal dari Tanah Air.
"Saya gunakan jalur-jalur yang sama seperti yang dilakukan di PT Dirgantara Indonesia. Itu dilakukan Senegal pesan 1 LPD, 2 KCR 45 meter, tambah 3 KCR 60 meter. Kemudian Guinea 2 KCR 60 meter, dan Gabon 2 KCR 60 meter," tukasnya.