Berdasarkan data sementara DJP, penerimaan pajak dari sektor jasa keuangan pada enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp73,23 triliun atau merosot 1,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp74,03 triliun. Angka itu setara dengan 15,5 persen dari total seluruh penerimaan pajak.
"Penurunan terbesar disebabkan oleh adanya penerimaan extraordinary tahun lalu yang sekarang tidak terulang lagi," tutur Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Yon Arsal melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyebutkan, penurunan penerimaan pajak extraordinary pada semester I 2017 mencapai Rp5 triliun. Hal itu bisa terjadi salah satunya karena meningkatnya kepatuhan wajib pajak.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk , misalnya, mencetak pertumbuhan laba hingga 10,24 persen menjadi Rp8,18 triliun atau melesat dari realisasi tahun sebelumnya yang pertumbuhannya minus 15,7 persen.
Sementara, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada Juni 2017 membukukan laba bersih sebesar Rp6,4 triliun atau melonjak 46,7 persen secara tahunan. Kendati masih tinggi, pertumbuhan laba tersebut melambat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 79,9 persen menjadi Rp4,37 triliun.