Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengungkapkan, mulai kendurnya tekanan inflasi Juli disebabkan oleh harga pangan bergejolak (volatile food) yang terkendali.
"Harga bawang putih dan cabe semua terjadi penurunan," ujarnya di Balikpapan, Jumat (14/2) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu inflasi Juni 0,69 persen, transportasi udara memberikan kontribusi terhadap inflasi, transportasi antar kota memberikan kontribusi, begitu pula kereta api," jelasnya.
Sesuai prediksi bank sentral yang menyebutkan bahwa efek kenaikan tarif listrik hanya akan sampai bulan lalu.
Melihat proyeksi perkembangan inflasi hingga akhir Juli, Agus optimistis, inflasi tahun ini akan berada di kisaran target BI, yakni empat plus minus satu persen.
Dari sisi administered price, pemerintah juga tidak mengeksekusi kebijakan yang memicu kenaikan tarif listrik maupun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bulan ini.
"Saya rasa, inflasi maksimal di 0,3 persen pada Juli ini," tutur Andry.