Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, IHSG juga mendapatkan imbas positif dari nilai tukar rupiah yang terapresiasi beberapa hari terakhir. Secara rata-rata, rupiah berotot di level Rp13.300 per dolar AS.
Namun demikian, dana asing yang terus keluar akan menjadi tantangan bagi IHSG ditengah tren kenaikannya. Karenanya, IHSG juga berpotensi bergerak bervariasi hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyatakan, pelaku pasar masih akan menunggu (wait and see) dalam melakukan transaksi. Mereka akan selektif dalam memilih saham, khususnya saham yang sebelumnya melemah.
Saham-saham yang dimaksud, seperti PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Timah (Persero) Tbk.
Sekadar informasi, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 9,48 poin (0,16 persen) ke level 5.841 setelah bergerak di antara 5.824-5.841.
Sementara, mayoritas saham Wall Street bergerak melemah tadi malam. Dow Jones dan S&P500 masing-masing turun 0,04 persen dan 0,01 persen, sedangkan Nasdaq berhasil menguat 0,03 persen. (bir)