"Jadi sekarang momen yang bagus, dulu sebenarnya inflasi sudah agak terkendali tapi masih agak tinggi. Dulu masih 4 sampai 5 persen, sekarang kan sudah sekitar 3 sampai 4 persen," ujar Darmin di Gedung DPR, Rabu (19/7).
Redenominasi sudah pernah diusulkan oleh Darmin saat menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia tahun 2010. Bahkan, rencana tersebut sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2013. Sayangnya, pembahasan redenominasi tersebut tak dilanjutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dilihat secara psikologis, menurut Darmin, masyarakat Indonesia telah siap menerima rencana tersebut. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya pedagang yang mulai mencantumkan harga barang tanpa menuliskan jumlah angka nol terlalu banyak.
Sebelumnya, Bank Indonesia meminta Komisi XI DPR RI untuk mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi masuk ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2017.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, persiapan awal yang dilakukan BI untuk redenominasi adalah penyederhanaan nilai rupiah selama dua tahun. Setelah itu akan terjadi masa transisi yang berlangsung selama lima tahun.
"Kita harap RUU ini bisa dibahas tahun 2017, apabila pemerintah dan DPR setuju," kata Agus.