"Saat sektor riil menurun, sektor keuangan malah tumbuh," kata Direktur Indef Enny Sri Hartati seperti dilansir dari Antara, Rabu (19/7).
Di saat sektor riil mengalami penurunan pertumbuhan, sektor jasa keuangan memang mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Sebagai contoh pada triwulan II-2016, secara tahunan industri pengolahan hanya tumbuh 4,6 persen dan pertanian tumbuh 3,4 persen, sementara jasa keuangan justru mencatat rekor tumbuh di atas 13,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persoalannya, ternyata separuh simpanan di perbankan kita hanya dimiliki oleh 0,04 persen pemilik rekening tersebut," ujar Enny.
Enny melanjutkan, besarnya ketimpangan simpanan sendiri berkaitan dengan preferensi perbankan dalam memberikan bunga ke nasabah kakap, salah satunya melalui suku bunga deposito spesial atau special rate.
Sementara itu, bagi nasabah kecil dari latar belakang masyarakat berpenghasilan rendah diberikan bunga yang rendah ketika menabung.
Pada akhirnya, kebutuhan masyarakat akan kredit di desa menjadi terbatas dan kembali lagi ke pola rentenir yang menyebabkan sebagian masyarakat miskin desa terlilit utang.
"Harus ada upaya-upaya mendorong peran sektor keuangan menjadi lembaga intermediasi yang konkrit untuk mendorong sektor riil," kata Enny.