"Iya masuk ke belanja Bappenas. Tapi jangan salah, ini baru (anggaran) kajiannya. Pembiayaan untuk melakukan kajian," ucap Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Kunta W.D. Nugraha di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat (21/7).
Anggaran untuk kajian pemindahan ibu kota tersebut akan ditambahkan pada anggaran Kementerian PPN di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (R-APBNP) 2017, dengan total tambahan anggaran mencapai Rp26 miliar. Dengan demikian, anggaran Kementerian PPN di R-APBNP 2017 akan mencapai Rp561,47 miliar.
Sebelumnya, Menteri PPN sekaligus Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk melakukan tinjauan terhadap beberapa titik lokasi di luar Pulau Jawa yang dipertimbangkan akan menjadi ibu kota baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PUPR dan ATR juga sudah punya anggaran, sehingga tambahan anggaran ini (Rp7 miliar di Bappenas) untuk memastikan kajiannya komprehensif sehingga bisa mendukung perencanaan yang matang," kata Bambang pekan lalu.
Kendati ada tambahan anggaran pada R-APBNP 2017 untuk kajian ini, namun Bambang menyebutkan bahwa hal ini tak membebankan APBN. Sebab, sebelumnya kementeriannya juga telah melakukan penghematan sekitar Rp49,15 miliar yang berasal dari alokasi belanja barang.
Penghematan tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Efisiensi Belanja Barang Kementerian/Lembaga dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017.