Kepala Subbidang Data Sosial-Ekonomi pada Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian Ana Astrid menyatakan, yang dimaksud beras memperoleh subsidi adalah dalam memproduksi beras tersebut, ada subsidi input.
"Yaitu subsidi benih Rp1,3 triliun dan subsidi pupuk Rp31,2 triliun, bahkan ditambah lagi ada bantuan sarana dan prasarana bagi petani dari pemerintah yang besarnya triliunan rupiah juga," katanya seperti dilansir dari Antara, Minggu (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga subsidi beras sejahtera (Rastra) untuk rumah tangga sasaran (pra sejahtera) sekitar Rp19,8 triliun yang distribusinya satu pintu melalui BULOG, dan tidak diperjualbelikan di pasar," katanya.
"Seluruh beras medium dan premium itu kan berasal dari gabah varietas Varietas Unggul Baru (VUB) yaitu IR64, Ciherang, Mekongga, Situ Bagendit, Cigeulis, Impari, Ciliwung, Cibogo dan lainnya yang diproduksi dan dijual dari petani kisaran Rp3.500-Rp4.700 per kilogram (kg) gabah," katanya.
Menurutnya, PT IBU membeli beras tersebut dari petani dengan harga Rp7 ribu per kg dan dijual hingga Rp20 ribu per kg. Padahal, harga eceran tertinggi untuk beras medium di konsumen hanya Rp9 ribu per kg.
Ana menjelaskan, pada tahun 2016 sudah diterbitkan Permendag Nomor 63/M-DAG/PER/09/2016 dengan harga acuan beras di petani Rp7.300 per kg dan di konsumen Rp9.500 per kg.
"Selanjutnya pada Juli 2017 diterbitkan Permendag Nomor 47/M-DAG/PER/7/2017 dengan harga acuan beras di petani Rp7.300 per kg dan di konsumen Rp9 ribu per kg," katanya.
Dengan selisih harga yang demikian besar, Ana menilai PT IBU telah mendapatkan keuntungan yang ditaksir mencapai Rp10 triliun per tahun.
Ia menambahkan bahwa usaha yang dilakukan PT IBU telah merugikan produsen dan konsumen serta berpengaruh terhadap kenaikan inflasi. Ana berharap pihak berwenang segera menindak perusahaan tersebut.
"Negara dirugikan oleh karena produsen maupun konsumennya merupakan rakyat Indonesia, serta akan berdampak pada inflasi. Kejahatan pangan, apa pun bentuknya harus dibongkar dan dihentikan," katanya. (gir)