Seperti dikutip dari Reuters, terdapat ekspektasi pertemuan tingkat tinggi organisasi negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan non-OPEC di kemudian hari akan membahas peningkatan produksi dari Nigeria dan Libya, dua anggota OPEC yang dibebaskan dari pemotongan tersebut.
Enam menteri OPEC dan non-OPEC akan bertemu pada hari Senin di St Petersburg untuk membahas prospek pasar dan pemenuhan pemotongan produksi. Mereka mungkin merekomendasikan pembatasan bersyarat untuk produksi minyak Nigeria dan Libya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri perminyakan Kuwait, Essam al-Marzouq, mengatakan pada hari Sabtu bahwa kepatuhan terhadap pengurangan produksi minyak oleh negara-negara OPEC dan negara-negara non-OPEC telah berjalan baik. Ia menambahkan, pemotongan yang lebih besar mungkin dilakukan.
Sekjen OPEC Mohammad Barkindo pada hari Minggu mengatakan program rebalancing pasar minyak berjalan lebih lambat dari perkiraan. Namun ia menilai hal itu akan lebih cepat pada paruh kedua tahun ini.
Di sisi lain, Presiden Turki Tayyip Erdogan melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan Kuwait pada hari Minggu, sebagai bagian dari tur diplomatik yang bertujuan untuk menyembuhkan keretakan Arab dengan sekutu Ankara, Qatar.