Rencananya, Kim bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan sejumlah menteri lainnya terkait prioritas pembangunan Indonesia dan bagaimana memperkuat suksesnya kerja sama antara Grup Bank Dunia dengan Indonesia, yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.
"Indonesia adalah negara yang sedang bangkit, dan siap bergabung dengan negara-negara ekonomi maju dunia. Saya sangat mendukung upaya pemerintah untuk melanjutkan reformasi yang akan menguntungkan seluruh penduduk Indonesia, termasuk menemukan cara untuk mengumpulkan dan membelanjakan pendapatan dengan lebih baik untuk membiayai pembangunan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investasi infrastruktur yang efektif sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dan akan membantu membuka potensi besar negara ini," jelasnya.
"Saya berterimakasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia yang menjadi tuan rumah Annual Meetings 2018. Kegiatan global ini akan mengangkat banyak keberhasilan pembangunan Indonesia, juga keanekaragaman budaya dan keindahan alamnya," kata Kim.
Untuk lebih meningkatkan kesadaran akan tantangan Indonesia dalam membangun sumberdaya manusia, Kim akan berbicara kepada kaum muda Indonesia tentang pentingnya berinvestasi pada anak-anak di tahun-tahun awal kehidupan.
Menurutnya, anak yang sehat dan bahagia akan menjadi anggota masyarakat yang produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melakukan investasi di bidang ini sangat penting untuk mewujudkan aspirasi Indonesia yang tinggi.
Sebuah survei kesehatan nasional memperkirakan bahwa 9 juta anak Indonesia di bawah usia lima tahun mengalami stunting, sekitar sepertiga dari seluruh balita Indonesia. (gir)